You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pengeboran Stasiun Bawah Tanah MRT Dimulai Agustus
photo Doc - Beritajakarta.id

Pengeboran Stasiun Bawah Tanah MRT Dimulai Agustus

Pekerjaan proyek Mass Rapit Transit (MRT) masih berjalan sesuai dengan yang dijadwalkan. PT MRT merencanakan tunnel boring machine atau mesin bor tiba di Jakarta April mendatang.

Untuk pengeboran akan dilakukan pada Agustus atau September mendatang

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami mengatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan mesin bor yang dijadwalkan pada April atau Mei mendatang. Diharapkan semuanya berjalan sesuai dengan jadwal. "Semua masih sesuai jadwal, alat datang April atau Mei," kata Dono, di Balaikota, Selasa (3/3).

Namun untuk proses pengeboran stasiun bawah tanah MRT baru akan dimulai pada Agustus atau September mendatang. Pasalnya, masih ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, salah satunya pembangunan soil pond dan guide wall. Soil pond adalah tempat penampungan sementara tanah galian sebelum diangkut. Sementara itu, guide wall atau dinding stasiun diperlukan agar tanah tidak ambles pada saat dibor. "Untuk pengeboran akan dilakukan pada Agustus atau September mendatang," ujarnya.

Bank DKI Gelar Seminar Peluang dan Potensi Bisnis MRT

Dia menyebutkan pembebasan lahan adalah salah satu kendala proyek MRT ini. Ada dua lokasi pembebasan lahan yang masih cukup alot, yakni di lokasi stasiun Cipete dan stasiun Haji Nawi. "Lahannya memang tidak luas tapi itu untuk pembangunan stasiun. Dan tidak terlalu berpengaruh dengan pekerjaan secara keseluruhan," ucapnya.

Sementara untuk masalah cuaca, menurut Dono tidak terlalu berpengaruh. Meski curah hujan lebat, pekerjaan fisik tetap berjalan. Hal itu dilakukan agar semua pekerjaan bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. "Yang penting kita kerja. Kita jalan saja terus. Kondisi curah hujan, tidak menghambat," katanya.

Dono mengatakan kisruh APBD yang terjadi saat ini juga tidak berpengaruh terhadap proyek MRT. Tahun ini, PT MRT Jakarta sendiri mendapatkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp 4,62 triliun. "Tidak berpengaruh terhadap kita (kisruh APBD). Kan untuk pembiayaan MRT sudah ditetapkan dalam Pergub," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1662 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1341 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1255 personAnita Karyati
  4. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1102 personTiyo Surya Sakti
  5. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1095 personAldi Geri Lumban Tobing